Zakat LAZBKB

Apa itu Zakat?

Kata zakat berasal dari bahasa Arab زكاة  atau zakah yang berarti bersih, suci, subur, berkat, dan berkembang. Menurut istilah, zakat adalah sejumlah harta yang wajib dikeluarkan oleh umat Muslim dan diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya sesuai dengan syarat yang telah ditetapkan. 

Kitab al-Hâwî, al-Mawardi mendefinisikan zakat dengan nama pengambilan tertentu dari harta tertentu, menurut sifat-sifat tertentu dan untuk diberikan kepada golongan tertentu. Orang yang menunaikan zakat disebut Muzaki. Sedangkan orang yang menerima zakat disebut Mustahik.

Sementara menurut Peraturan Menteri Agama No 52 Tahun 2014, Zakat adalah harta yang wajib dikeluarkan oleh seorang muslim atau badan usaha yang dimiliki oleh orang Islam untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya sesuai dengan syariat Islam.

Zakat dikeluarkan dari harta yang dimiliki. Akan tetapi, tidak semua harta terkena kewajiban zakat. 

Syarat dikenakannya zakat atas harta di antaranya:

  1. Harta tersebut merupakan barang halal dan diperoleh dengan cara yang halal;
  2. Harta tersebut dimiliki penuh oleh pemiliknya;
  3. Harta tersebut merupakan harta yang dapat berkembang;
  4. Harta tersebut mencapai nishab sesuai jenis hartanya;
  5. Harta tersebut melewati haul; dan
  6. Pemilik harta tidak memiliki hutang jangka pendek yang harus dilunasi.

Apakah semua umat Islam melakukan zakat?

Zakat merupakan bentuk ibadah sejajar dengan Syahadat, Shalat, Puasa, dan Berhaji yang telah diatur berdasarkan Al Quran dan sunnah. Ibadah ini termasuk dalam rukun Islam yang keempat dan menjadi salah satu unsur penting dalam syariat Islam. Karena itu, hukum membayarkan zakat adalah wajib bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat-syarat zakat. 

Allah berfirman dalam Alquran : “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka, dan mendo`alah untuk mereka. Sesungguhnya do`a kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS. At-Taubah : 103).

Siapa saja yang wajib menunaikan zakat?

Yang wajib menunaikan zakat adalah yang memiliki penghasilan, harta dan sesuai dengan ketentuan nisab zakatnya. (nisab dan haul dijelaskan selengkapnya pada Zakat Mal).

Bagaimana cara menghitung zakat yg harus kita keluarkan?

Zakat yang dikeluarkan sesuai dengan nisab dan haulnya.

Apa akibat jika kita tidak membayar zakat?

Zakat termasuk rukun islam ke-4, artinya belum sempurna keislamannya jika semua rukun belum dilakukan. Perintah menunaikan Zakat juga tertulis dalam Al Quran,

Jika saya sedang mengalami kesulitan ekonomi karena satu dan lain hal, apakah boleh tidak berzakat dulu?

Jika tidak sampai dengan nisabnya tidak wajib berzakat.

Kapan dilakukan pembayaran zakat?

Zakat dibayarkan jika penghasilan/ pendapatan seseorang sudah mencapai Nisabnya. Nisab adalah batasan antara apakah kekayaan itu wajib zakat atau tidak. Jadi, harta yang dimiliki seseorang telah mencapai nisab, maka kekayaan tersebut wajib dizakatkan. Pembayaran zakat sendiri secara waktu bisa dibayarkan perbulan atau per tahun.

Bagaimana cara melakukan zakat?

Zakat dibayarkan melalui Amil, yaitu lembaga yang diberi amanah untuk mengumpulkan, mendata, membukukan, mengelola dan membagikan zakat kepada yang berhak. 

Amil zakat diangkat dan memperoleh ijin resmi dari pemerintah berupa sertifikat lembaga amil zakat infaq dan shadaqah.

Lembaga Amil Zakat infaq shadaqah YBKB telah mendapat lisensi dari Kementrian Agama RI sebagai Lembaga Amil Zakat (LAZ) dalam mengumpulkan, mendistribusikan dan mendayagunakan zakat, infaq, shadaqah dan dana sosial dan keagamaan, sebagaimana tertuang pada SK Dirjen Bimas Islam No. 884 tahun 2019.

Apa manfaat zakat?

Manfaat berzakat antara lain (a.) menghindari kesenjangan sosial, (b.) membersihkan harta dan diri dari keburukan (c.) menolong dan membangun orang-orang dalam kondisi lemah (d.) upaya pengentasan kemiskinan.

Kepada siapa Zakat disalurkan?

Sistem penyalurannya melalui Program-program yang dilaksanakan secara bertahap.

Sebagai instrumen yang masuk dalam salah satu Rukun Islam, zakat tentu saja memiliki aturan mengikat dari segi ilmu fiqihnya, salah satu diantaranya adalah kepada siapa zakat diberikan.

Dalam QS. At-Taubah ayat 60, Allah memberikan ketentuan ada delapan golongan orang yang menerima zakat yaitu sebagai berikut:

  1. Fakir, mereka yang hampir tidak memiliki apa-apa sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok hidup.
  2. Miskin, mereka yang memiliki harta namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar kehidupan.
  3. Amil, mereka yang mengumpulkan dan mendistribusikan zakat.
  4. Mualaf, mereka yang baru masuk Islam dan membutuhkan bantuan untuk menguatkan dalam tauhid dan syariah.
  5. Riqab, budak atau hamba sahaya yang ingin memerdekakan dirinya.
  6. Gharimin, mereka yang berhutang untuk kebutuhan hidup dalam mempertahankan jiwa dan izzahnya.
  7. Fisabilillah, mereka yang berjuang di jalan Allah dalam bentuk kegiatan dakwah, jihad dan sebagainya.
  8. Ibnu Sabil, mereka yang kehabisan biaya di perjalanan dalam ketaatan kepada Allah.

Apakah ber-zakat sama dengan ber-Infaq dan ber-sedekah?

Terkadang kita masih keliru, jika sudah bersedekah kita beranggapan telah menunaikan zakat.

Perbedaan mendasar terletak pada sifat hukumnya, yaitu Zakat hukumnya Fardhu Ain; Infaq hukumnya Fardhu Kifayah; dan Sedekah hukumnya Sunnah. Zakat sendiri ditentukan nisabnya atau perhitungannya, sedangkan Infaq & sedekah tidak memiliki batas.

Zakat: Objeknya adalah harta, hukumnya wajib jika sudah memenuhi syarat dan ketentuan, penerimanya hanya dalam 8 asnaf.

Infaq: objeknya adalah harta, hukumnya bisa wajib dan sunah, penerimanya dapat disalurkan kepada siapapun.

Sodaqoh: objek adalah harta maupun non harta, hukumnya sunnah dan penerimanya dapat disalurkan kepada siapapun.

Apakah ada hukuman bagi yang mengingkari / menolak zakat?

Zakat merupakan kewajiban yang telah sangat jelas diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya atas setiap kaum muslim. Bahkan zakat merupakan termasuk salah satu rukun Islam. Sehingga meninggalkan kewajiban membayar zakat merupakan sebuah perkara yang sangat besar. Para ulama menggolongkan orang-orang yang menolak membayar zakat kedalam dua kelompok, yang keduanya memiliki kadar dan bentuk hukuman yang berbeda.

Bagi orang yang mengingkari kewajiban zakat secara mutlak, maka untuk orang yang seperti ini para ulama telah bersepakat, ia dihukumi keluar dari Islam. Karena ia telah mendustakan Al Qur’an dan hadits, serta mengingkari sesuatu yang sudah menjadi kesepakatan dalam agama ini secara pasti.

Bagi orang yang mengingkari kewajiban zakat secara mutlak, maka untuk orang yang seperti ini para ulama telah bersepakat, ia dihukumi keluar dari Islam. Karena ia telah mendustakan Al Qur’an dan hadits, serta mengingkari sesuatu yang sudah menjadi kesepakatan dalam agama ini secara pasti.

Bagaimana cara membayar zakat gaji, penghasilan profesi, hibah atau pendapatan lainnya?

Melalui badan Lembaga Amil Zakat atau organisasi yang ditunjuk sebagai Badan Amil Zakat.

Bagaimana Hukum Membayar Zakat secara Online?

Dari penjelasan beberapa tokoh ulama di atas dapat disimpulkan bahwa hukum membayarkan zakat secara online adalah boleh dan sah. Islam dan segala ketentuannya berlaku sejak dahulu sampai akhir zaman nantinya, artinya selama prinsip-prinsip berzakat tetap terpenuhi, teknis pelaksanaannya akan selalu mengikuti perkembangan dimana kita berada saat ini.

MITRA LAZ BKB

KONTAK LAZ BKB

Mulai Berbagi Hari Ini Untuk Mambantu Yang Membutuhkan

Donasi di LAZBKB

Donasikan Zakat, Infaq, Sedekah, dan Fidyah Anda bersama Yayasan LAZBKB

Kontak Kami

Jalan raya tengah no 22 RT 008/008 gedong pasar rebo Jakarta timur 13760